Mencari Kebahagiaan

http://masgus.files.wordpress.com/2009/04/cup-of-coffee1.jpgOleh: http://www.van.9f.com

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha
meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.

Lanjutkan membaca Mencari Kebahagiaan

Iklan

Sekantung Kue

cookie_chocolatechipSeorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk.

Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka berdua. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya.

Lanjutkan membaca Sekantung Kue

Udang Goa

mata hati asliOleh: Ny. SM. Darmastuti – Yogyakarta

Dulu, ketika masih kuliah dan bergabung dalam organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), beberapa kali saya ikut menelusuri goa yang ada di seputar Yogyakarta. Suatu hari pernah kelompok saya menemukan udang goa yang memiliki ‘sungut’ panjang, tetapi tidak memiliki mata. Binatang itu selamanya hidup di sungai bawah tanah di kegelapan goa, dan sungut merupakan antenna baginya yang lebih penting daripada mata yang tidak bisa dipakai menembus kegelapan. Pelatih Mapala berceritera panjang lebar, betapa Tuhan begitu arifnya.

Lanjutkan membaca Udang Goa

Prihatin

42-19654310Oleh: Ny. SM. Darmastuti – Yogyakarta

Untuk merubah serigala menjadi anjing penurut hanya perlu empat generasi. Kalau rata-rata usia serigala 12 tahun, dan usia subur mereka tidak lebih dari 8 tahun, maka hanya diperlukan tidak lebih 40 tahunan untuk 4 generasi. Demikian kini kita kenal jenis anjing Herder atau German Shepherd yang setia, turunan serigala liar yang konon ceriteranya agak pemalu tapi suka main keroyok kalau mencari mangsa.

Berapa generasi dibutuhkan untuk merubah kaum bar-bar menjadi aristokrat Inggris yang sangat berbudaya?

Lanjutkan membaca Prihatin

Pilihan

orang berjanggutSuatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal
Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar.
Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”

Lanjutkan membaca Pilihan

Rumput Hijau Di Tanah Datar

rumput hijauSeorang taruna yang sedang mengikuti latihan terjun payung, pada suatu hari mengalami musibah. Ketika dia diterjunkan ke hutan pada malam hari, payungnya tidak mengembang. Dia terjun bebas dengan payungnya yang masih kuncup. Tangannya menggapai-gapai mencoba meraih apa saja dalam gelap ketika badannya mulai menatapi pepohonan yang tumbuh miring di jurang. Tanpa bisa melihat apapun dalam gelap, akhirnya dia berhasil meraih cabang pohon. Dengan sekuat tenaga dia berusaha memegang erat-erat dan menggelantung antara langit dan bumi. Dalam keadaan bertahan seperti itu, taruna itu berdoa:

Lanjutkan membaca Rumput Hijau Di Tanah Datar

Anganku, Nyata Jalanku

jalankuOleh: Ny. SM. Darmastuti – Jogjakarta

“Tut, selama tigapuluh tahun aku bekerja sebagai pegawai negeri, impian untuk memiliki mobil besar yang dapat memuat anak cucuku ternyata belum dapat kesampaian juga.” Demikian seorang teman mengeluhkan nasibnya. “Tapi, tak pikir-pikir kemudian ternyata aku justru mendapat kemudahan karena sebenarnya aku dapat naik mobil besar kapan saja, tanpa harus merawat dan membayar pajak dan gaji sopir … aku dapat naik bus lewat busway yang bebas hambatan, dan tidak hanya anak cucuku yang dapat terangkut, semua orang yang ingin ikutpun dapat dengan mudah masuk dan turut menikmatinya.” Katanya lagi, kali ini dengan nada canda yang legawa.

Lanjutkan membaca Anganku, Nyata Jalanku